Dalam tausiyahnya, UAS juga memuji sikap Gubernur Anwar yang menegaskan bahwa masjid adalah ruang persatuan, bukan arena politik. UAS menuturkan bahwa ketika menerima sorban penyambutan berwarna kuning dan hijau, ia sempat menanyakan asal partai Anwar, namun mendapat jawaban bahwa masjid tidak membawa simbol politik apa pun. “Yang dibawa ke masjid adalah La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah. Ini pelajaran besar bagi kita semua,” ujarnya.
Peresmian Masjid Raya Baitul Khairaat tidak hanya mencatat rekor MURI sebagai masjid dengan dimensi arsitektural tertentu, tetapi juga menjadi bukti bahwa kesinambungan kepemimpinan dapat menghasilkan karya monumental bagi umat.
Mengusung spirit visi “Berani Berkah”, Gubernur Anwar menegaskan bahwa masjid ini siap menjadi pusat syiar Islam, ruang pemersatu, dan sumber keberkahan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.
Komentar (0)
Masuk atau buat akun pengunjung terlebih dahulu untuk menulis komentar.