Palu

Cegah Stunting Sejak Remaja, Dinkes Sigi Sasar Siswi SMP Lewat Aksi Bergizi

peristiwapalu
4 views
Bagikan berita Bantu sebarkan informasi ini kepada pembaca lainnya.
Upaya mencegah stunting di Kabupaten Sigi tidak hanya dilakukan setelah anak lahir. Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi mulai mendorong pencegahan sejak masa remaja, terutama pada remaja putri yang kelak akan menjadi calon ibu.

Langkah itu dilakukan melalui Aksi Bergizi Kabupaten Sigi 2026 yang digelar di SMP Negeri 8 Sigi, Desa Sibalaya, Kecamatan Tanambulava, Selasa (8/9/2026).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dr. Adheleide Krisnawati Norman, mengatakan Aksi Bergizi di sekolah tersebut secara khusus menyasar remaja putri.

Menurutnya, pemenuhan gizi dan pencegahan anemia sejak remaja menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kesehatan perempuan di masa mendatang.

“Harapan kita dengan adanya kegiatan Aksi Bergizi untuk remaja putri di sekolah itu bisa mencegah stunting melalui remaja putri,” kata Adheleide.

Dalam kegiatan tersebut, remaja putri diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin.


Dinkes Sigi menganjurkan remaja putri mengonsumsi satu tablet tambah darah setiap minggu sebagai salah satu upaya mencegah anemia.

Selain TTD, para siswa juga diajak membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik dan penerapan pola makan dengan gizi seimbang.

Rangkaian Aksi Bergizi diawali dengan senam bersama. Setelah itu, para siswa mengikuti sarapan bersama dengan menu bergizi seimbang yang turut mendapat dukungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan screening anemia bagi remaja putri.

Setelah screening, konsumsi Tablet Tambah Darah dilakukan secara bersama-sama dan turut disaksikan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi.

Adheleide menjelaskan, pemilihan Kecamatan Tanambulava sebagai lokasi Aksi Bergizi juga mempertimbangkan kondisi remaja di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Dinas Kesehatan, terdapat kasus pernikahan usia anak di Kecamatan Tanambulava. Selain itu, jumlah remaja putri di wilayah tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan.
Ruang pembaca

Komentar (0)

Belum ada komentar Jadilah pembaca pertama yang memberikan tanggapan.